Tentang sifat asam, basa, dan garam. Ada penjelasan lakmus yang dipakai buat indikator asam dan basa juga. Semoga membantu!)
Sifat-sifat larutan asam adalah sebagai berikut.
a. Rasanya asam.
b. Menghantarkan arus listrik.
c. Jika dilarutkan akan melepaskan ion hidrogen (H+).
d. Mengubah lakmus biru menjadi merah.
e. Bersifat korosif terhadap logam.
a. Rasanya asam.
b. Menghantarkan arus listrik.
c. Jika dilarutkan akan melepaskan ion hidrogen (H+).
d. Mengubah lakmus biru menjadi merah.
e. Bersifat korosif terhadap logam.
Untuk menyelidiki bahwa asam mampu menimbulkan karat (korosi) pada logam, cobalah dengan mencelupkan paku yang terbuat dari besi/baja ke dalam larutan cuka. Jika kamu biarkan, lama kelamaan paku itu akan berkarat. Asam asetat (CH3COOH) yang terdapat dalam cuka tidak terlalu keras, tetapi dalam keadaannya yang sangat pekat asam ini mampu melepuhkan kulit.
Sifat-sifat larutan basa adalah sebagai berikut.
a. Terasa licin jika terkena kulit.
b. Menghantarkan arus listrik.
c. Jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksida (OH¯).
d. Mengubah lakmus merah menjadi biru.
e. Menetralkan larutan asam.
Basa dapat dibagi atas basa kuat dan basa lemah. Kekuatan basa bergantung pada kemampuan melepaskan ion ( OH¯ ) dalam larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut. Basa kuat bersifat korosif. Contoh basa kuat adalah natrium hidroksida (NaOH) dan kalium hidroksida (KOH), sedangkan contoh basa lemah adalah amoniak (NH3).
Sifat-sifat larutan garam adalah sebagai berikut.
a. Menghantarkan arus listrik.
b. Tidak mengubah warna kertas lakmus merah maupun biru.
c. Rasa asam
Nah, untuk
mengidentifikasi sifat larutan asam, basa, dan garam kamu dapat menggunakan
indikator. Indikator ini dapat berubah warna ketika ditetesi zat yang bersifat
asam atau basa. Indikator asam dan basa dapat berupa indikator buatan, seperti
kertas lakmus, indikator universal, dan pH meter atau indikator alami, seperti
bunga kembang sepatu, kubis ungu, dan kulit manggis.
c. Indikator Buatan
Indikator buatan untuk mengidentifikasi asam, basa, dan garam, antara lain kertas lakmus, kertas indikator, bahan indikator, dan pH meter. Bagaimana kertas lakmus dapat digunakan untuk menentukan sifat asam, basa, dan garam? Kertas lakmus ada dua jenis yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.
Kertas lakmus merah jika dicelupkan dalam larutan asam maka akan tetap berwarna merah begitu juga jika dicelupkan dalam larutan netral atau garam. Akan tetapi kertas lakmus merah akan berwarna biru jika dicelupkan dalam larutan basa. Adapun kertas lakmus biru akan berwarna merah jika celupkan dalam larutan asam, tetapi akan tetap berwarna biru jika dicelupkan dalam larutan basa atau netral.
Jadi larutan asam memerahkan kertas lakmus biru dan larutan basa membirukan kertas lakmus merah. Kertas lakmus merah dan biru tidak akan berubah warna dalam larutan netral atau garam.
Lakmus digunakan sebagai indikator asam-basa, sebab
lakmus memiliki beberapa keuntungan, yaitu :
- Lakmus dapat berubah warna dengan cepat saat bereaksi dengan asam ataupun basa.
- Lakmus sukar bereaksi dengan oksigen dalam udara sehingga dapat tahan lama.
- Lakmus mudah diserap oleh kertas, sehingga digunakan dalam bentuk lakmus kertas.
- Lakmus adalah sejenis zat yang diperoleh dari jenis lumut kerak.
Warna
ekstrak kubis ungu dalam larutan asam, Basa dan
netral
No.
|
Sifat
larutan
|
Warna
indikator
|
1
2
3
4
5
6
7
|
Asam
kuat
Asam
menengah
Asam
lemah
Netral
Basa
lemah
Basa
menengah
Basa
kuat
|
Merah
tua
Merah
Merah
keunguan
Ungu
Biru
kehijauan
Hijau
Kuning
|
Lakmus :
pH 1 = Asam
|
pH 2 = Asam
|
pH 3 = Asam
|
pH 4 = Asam
|
pH 5 = Asam
|
pH 6 = Asam
|
pH 7 = Netral
|
pH 8 = Basa
|
pH 9 = Basa
|
pH 10 = Basa
|
pH 11 = Basa
|
pH 12 = Basa
|
pH 13 = Basa
|
pH 14 = Basa
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar